RTN_KOE — Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan panen raya jagung yang digelar di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pada sektor pertanian sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, Direktur PT SJM, Silvester Sudin, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Kota Kupang.

Kegiatan panen raya ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Kupang melalui pengelolaan Kebun SAE.

“Kegiatan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi merupakan simbol keberhasilan pembinaan warga binaan yang diarahkan menjadi pribadi mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Program seperti ini harus terus diperkuat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan serta implementasi Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, memberikan apresiasi atas langkah progresif jajaran pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pembinaan warga binaan.

“Saya melihat program ini sangat positif karena mampu menghadirkan keterampilan nyata bagi warga binaan. Pertanian merupakan sektor strategis di NTT dan melalui pembinaan seperti ini, warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat nanti. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkap Abraham Liyanto.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang, Jumihar Sinurat turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi warga binaan.

“Panen raya ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Kami di Rutan Kupang mendukung penuh program pembinaan kemandirian seperti ini karena tidak hanya membentuk keterampilan kerja, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan rasa tanggung jawab warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kupang.

Suasana panen raya berlangsung penuh keakraban. Para tamu undangan bersama jajaran pemasyarakatan turut memanen jagung secara langsung di area kebun SAE yang selama ini dikelola warga binaan di bawah pengawasan petugas. Hasil panen tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian warga binaan.