Berita Terkini
Wujud Nyata Pembinaan Yang Berdampak, Kepala Rutan Ikuti Panen Raya Jagung di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Kupang
Dipublikasikan:
22 May 2026
RTN_KOE — Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan panen raya jagung yang digelar di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pada sektor pertanian sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, Direktur PT SJM, Silvester Sudin, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Kota Kupang.
Kegiatan panen raya ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Kupang melalui pengelolaan Kebun SAE.
“Kegiatan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi merupakan simbol keberhasilan pembinaan warga binaan yang diarahkan menjadi pribadi mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Program seperti ini harus terus diperkuat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan serta implementasi Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, memberikan apresiasi atas langkah progresif jajaran pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pembinaan warga binaan.
“Saya melihat program ini sangat positif karena mampu menghadirkan keterampilan nyata bagi warga binaan. Pertanian merupakan sektor strategis di NTT dan melalui pembinaan seperti ini, warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat nanti. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkap Abraham Liyanto.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang, Jumihar Sinurat turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi warga binaan.
“Panen raya ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Kami di Rutan Kupang mendukung penuh program pembinaan kemandirian seperti ini karena tidak hanya membentuk keterampilan kerja, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan rasa tanggung jawab warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kupang.
Suasana panen raya berlangsung penuh keakraban. Para tamu undangan bersama jajaran pemasyarakatan turut memanen jagung secara langsung di area kebun SAE yang selama ini dikelola warga binaan di bawah pengawasan petugas. Hasil panen tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian warga binaan.
Panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, Direktur PT SJM, Silvester Sudin, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Kota Kupang.
Kegiatan panen raya ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Kupang melalui pengelolaan Kebun SAE.
“Kegiatan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi merupakan simbol keberhasilan pembinaan warga binaan yang diarahkan menjadi pribadi mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Program seperti ini harus terus diperkuat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan serta implementasi Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, memberikan apresiasi atas langkah progresif jajaran pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pembinaan warga binaan.
“Saya melihat program ini sangat positif karena mampu menghadirkan keterampilan nyata bagi warga binaan. Pertanian merupakan sektor strategis di NTT dan melalui pembinaan seperti ini, warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat nanti. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkap Abraham Liyanto.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang, Jumihar Sinurat turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi warga binaan.
“Panen raya ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Kami di Rutan Kupang mendukung penuh program pembinaan kemandirian seperti ini karena tidak hanya membentuk keterampilan kerja, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan rasa tanggung jawab warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kupang.
Suasana panen raya berlangsung penuh keakraban. Para tamu undangan bersama jajaran pemasyarakatan turut memanen jagung secara langsung di area kebun SAE yang selama ini dikelola warga binaan di bawah pengawasan petugas. Hasil panen tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian warga binaan.
Kepala Rutan Kupang dan Jajaran Ikuti Zoom Bersama Dirjen Pemasyarakatan, Perkuat Pengamanan dan Pelayanan
Dipublikasikan:
21 May 2026
RTN_KOE - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar kegiatan pengarahan virtual melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh jajaran pemasyarakatan se-Indonesia, baik di tingkat Kantor Wilayah maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Pemasyaraktan, Mashudi dan diikuti oleh Kepala Rutan Kupang, Jumihar B. Sinurat bersama jajaran pejabat struktural serta jajaran pengamanan sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pengawasan, keamanan, dan pelayanan pemasyarakatan, Kamis (21/05/2026).
Dalam arahannya, Mashudi menegaskan agar seluruh jajaran mempersiapkan langkah-langkah pengamanan menjelang Hari Raya Idul Adha, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) maupun keluarga WBP yang akan melakukan kunjungan. Mashudi menekankan bahwa setiap bentuk pelayanan harus dilaksanakan dengan penuh sopan santun, etika, dan sikap humanis kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah kejadian menonjol yang terjadi di beberapa UPT pemasyarakatan belakangan ini. Beliau memperingatkan dengan tegas kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan pelanggaran dalam bentuk apa pun. Apabila terdapat petugas yang terbukti terlibat dalam pelanggaran, maka akan diproses secara hukum dan dipidanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Mashudi menyampaikan bahwa berbagai kejadian fatal yang terjadi telah menutupi berbagai prestasi yang selama ini berhasil diraih jajaran pemasyarakatan, termasuk pelaksanaan kegiatan positif seperti IPPAFest dan program pembinaan lainnya.
Ia juga mengingatkan kepada Kepala Kantor Wilayah, Kepala UPT, KPLP, Kasi Binadik, dan KPR agar bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing. Apabila masih terjadi pelanggaran maupun gangguan keamanan di kemudian hari, maka pejabat terkait akan dicopot dari jabatannya.
“Setiap melakukan sesuatu, ingat bahwa ada keluarga yang menunggu kita di rumah. Mari sama-sama introspeksi diri, mau dibawa ke mana pemasyarakatan ini. Mari berubah sehingga pemasyarakatan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Jumihar B. Sinurat dalam arahannya kepada seluruh jajaran menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Dirjen Pemasyarakatan merupakan bentuk kekecewaan atas masih adanya pelanggaran yang terjadi, padahal seluruh jajaran baru saja melaksanakan ikrar Halinar.
“Kita semua sudah mendengar sendiri apa yang disampaikan Bapak Dirjen. Beliau sangat kecewa dengan berbagai kejadian yang ada karena baru saja kita melaksanakan ikrar Halinar, namun masih ada yang melanggar,” ujarnya.
“Mari bersama-sama mewujudkan Rutan Kupang yang bersih dari segala bentuk pelanggaran baik itu peredaran handphone ilegal, narkoba, dan pungutan liar dan lain lain,” tegas , Jumihar B. Sinurat.
Dalam arahannya, Mashudi menegaskan agar seluruh jajaran mempersiapkan langkah-langkah pengamanan menjelang Hari Raya Idul Adha, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) maupun keluarga WBP yang akan melakukan kunjungan. Mashudi menekankan bahwa setiap bentuk pelayanan harus dilaksanakan dengan penuh sopan santun, etika, dan sikap humanis kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah kejadian menonjol yang terjadi di beberapa UPT pemasyarakatan belakangan ini. Beliau memperingatkan dengan tegas kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan pelanggaran dalam bentuk apa pun. Apabila terdapat petugas yang terbukti terlibat dalam pelanggaran, maka akan diproses secara hukum dan dipidanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Mashudi menyampaikan bahwa berbagai kejadian fatal yang terjadi telah menutupi berbagai prestasi yang selama ini berhasil diraih jajaran pemasyarakatan, termasuk pelaksanaan kegiatan positif seperti IPPAFest dan program pembinaan lainnya.
Ia juga mengingatkan kepada Kepala Kantor Wilayah, Kepala UPT, KPLP, Kasi Binadik, dan KPR agar bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing. Apabila masih terjadi pelanggaran maupun gangguan keamanan di kemudian hari, maka pejabat terkait akan dicopot dari jabatannya.
“Setiap melakukan sesuatu, ingat bahwa ada keluarga yang menunggu kita di rumah. Mari sama-sama introspeksi diri, mau dibawa ke mana pemasyarakatan ini. Mari berubah sehingga pemasyarakatan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Jumihar B. Sinurat dalam arahannya kepada seluruh jajaran menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Dirjen Pemasyarakatan merupakan bentuk kekecewaan atas masih adanya pelanggaran yang terjadi, padahal seluruh jajaran baru saja melaksanakan ikrar Halinar.
“Kita semua sudah mendengar sendiri apa yang disampaikan Bapak Dirjen. Beliau sangat kecewa dengan berbagai kejadian yang ada karena baru saja kita melaksanakan ikrar Halinar, namun masih ada yang melanggar,” ujarnya.
“Mari bersama-sama mewujudkan Rutan Kupang yang bersih dari segala bentuk pelanggaran baik itu peredaran handphone ilegal, narkoba, dan pungutan liar dan lain lain,” tegas , Jumihar B. Sinurat.
Kreatif dan Solutif, Peserta Maganghub Kemenaker Paparkan Inovasi Untuk Rutan Kupang
Dipublikasikan:
21 May 2026
RTN_KOE - Para peserta magang di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang melaksanakan kegiatan paparan laporan inovasi yang telah mereka rancang dan kerjakan selama mengikuti program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kepala Rutan Kupang dan dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kupang, Jumihar Sinurat, para pejabat struktural dan salah satu pegawai staf selaku mentor, serta seluruh peserta magang.
Dalam suasana yang penuh antusiasme, para peserta mempresentasikan berbagai inovasi yang telah mereka laksanakan selama hampir enam bulan menjalani program magang di Rutan Kupang. Berbagai gagasan dan terobosan dipaparkan sebagai bentuk kontribusi nyata peserta magang dalam mendukung peningkatan pelayanan dan tata kelola di lingkungan pemasyarakatan.
Adapun beberapa inovasi yang menarik perhatian yakni berjudul “Pemanfaatan SRQ-29 sebagai Instrumen Deteksi Kondisi Psikologis” dan juga "Rancang Bangun Sistem Informasi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang berbasis Website". Dalam pemaparannya, peserta menjelaskan urgensi penerapan inovasi tersebut, pelaksanaan hingga manfaat yang dapat dirasakan dalam mendukung pelayanan dan pembinaan di Rutan Kupang.
Kepala Rutan Kupang, Jumihar Sinurat memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta magang selama menjalani program magang di Rutan Kupang. Ia menilai, inovasi yang dipaparkan menunjukkan adanya kreativitas, kepedulian, serta kemampuan peserta dalam melihat kebutuhan organisasi. Lebih lanjut, ia berharap pengalaman selama mengikuti program magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam menghadapi dunia kerja ke depan.
“Program magang ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran bagi peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi instansi. Saya melihat para peserta mampu menghadirkan ide-ide inovatif yang relevan dan bermanfaat, terutama dalam mendukung peningkatan pelayanan serta penguatan fungsi pembinaan di Rutan Kupang,” ujar Jumihar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara instansi pemerintah dan generasi muda dapat terus terjalin dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Rutan Kupang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kepala Rutan Kupang dan dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kupang, Jumihar Sinurat, para pejabat struktural dan salah satu pegawai staf selaku mentor, serta seluruh peserta magang.
Dalam suasana yang penuh antusiasme, para peserta mempresentasikan berbagai inovasi yang telah mereka laksanakan selama hampir enam bulan menjalani program magang di Rutan Kupang. Berbagai gagasan dan terobosan dipaparkan sebagai bentuk kontribusi nyata peserta magang dalam mendukung peningkatan pelayanan dan tata kelola di lingkungan pemasyarakatan.
Adapun beberapa inovasi yang menarik perhatian yakni berjudul “Pemanfaatan SRQ-29 sebagai Instrumen Deteksi Kondisi Psikologis” dan juga "Rancang Bangun Sistem Informasi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang berbasis Website". Dalam pemaparannya, peserta menjelaskan urgensi penerapan inovasi tersebut, pelaksanaan hingga manfaat yang dapat dirasakan dalam mendukung pelayanan dan pembinaan di Rutan Kupang.
Kepala Rutan Kupang, Jumihar Sinurat memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para peserta magang selama menjalani program magang di Rutan Kupang. Ia menilai, inovasi yang dipaparkan menunjukkan adanya kreativitas, kepedulian, serta kemampuan peserta dalam melihat kebutuhan organisasi. Lebih lanjut, ia berharap pengalaman selama mengikuti program magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam menghadapi dunia kerja ke depan.
“Program magang ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran bagi peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi instansi. Saya melihat para peserta mampu menghadirkan ide-ide inovatif yang relevan dan bermanfaat, terutama dalam mendukung peningkatan pelayanan serta penguatan fungsi pembinaan di Rutan Kupang,” ujar Jumihar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara instansi pemerintah dan generasi muda dapat terus terjalin dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Rutan Kupang.
Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", Rutan Kupang Gelar Upacara Harkitnas ke - 118
Dipublikasikan:
20 May 2026
RTN_KOE — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Kegiatan berlangsung khidmat di halaman Rutan dan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", Rabu (20/05/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (PLH.) Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jermias Sine, serta diikuti oleh seluruh pegawai Rutan, peserta magang, dan warga binaan pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, PLH. Karutan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi penerus sebagai pondasi masa depan Indonesia. Tema tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kemandirian nasional sebagai syarat utama sebuah negara yang berdaulat.
PLH. Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jermias Sine, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta semangat membangun karakter bangsa.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam upacara tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian agar mereka memiliki kesadaran kebangsaan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Rutan Kelas IIB Kupang ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, persatuan, dan kemajuan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (PLH.) Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jermias Sine, serta diikuti oleh seluruh pegawai Rutan, peserta magang, dan warga binaan pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, PLH. Karutan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi penerus sebagai pondasi masa depan Indonesia. Tema tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kemandirian nasional sebagai syarat utama sebuah negara yang berdaulat.
PLH. Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jermias Sine, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta semangat membangun karakter bangsa.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam upacara tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian agar mereka memiliki kesadaran kebangsaan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Rutan Kelas IIB Kupang ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, persatuan, dan kemajuan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Perkuat Tata Kelola Kepegawaian, Rutan Kupang Ikuti Sosialisasi Penguatan SDM oleh Ditjenpas
Dipublikasikan:
20 May 2026
RTN_KOE – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan Sosialisasi Penguatan SDM/Pengelolaan Kepegawaian di lingkungan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Bagian SDM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Kupang, Yesi Dodo bersama staf bagian SDM/kepegawaian mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia serta peningkatan pemahaman terkait tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang diwakili oleh Penanggung Jawab Bidang Pengembangan SDM Bagian Sumber Daya Manusia, Aris Setiyawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan tata kelola SDM yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemasyarakatan.
Selanjutnya, Kepala Bagian SDM SesDitjenPas, Ardian Nova Christiawan memaparkan materi terkait posisi dan peran Bagian SDM DitjenPas yang mencakup tugas pokok dan fungsi, sekaligus menjelaskan berbagai isu strategis SDM Pemasyarakatan yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Biro SDMA dan Ortala yang membahas sejumlah hal penting terkait pengelolaan kepegawaian, di antaranya mekanisme kenaikan pangkat, wewenang dan pelimpahan kewenangan pada bidang SDM di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sosialisasi Permen Imipas Nomor 3 Tahun 2026, jabatan fungsional, mekanisme hukuman disiplin, hingga pemberhentian PNS atau pensiun.
Kepala Rutan Kelas IIB Kupang melalui Kepala Subseksi Pengelolaan, Yesi Dodo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting bagi jajaran pengelola kepegawaian, khususnya dalam menghadapi dinamika regulasi dan pengelolaan SDM yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh banyak penguatan terkait tata kelola kepegawaian, mulai dari mekanisme administrasi hingga implementasi regulasi terbaru di lingkungan Pemasyarakatan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan administrasi kepegawaian di Rutan Kupang,” ujar Yesi.
Dengan mengikuti kegiatan sosialisasi ini, Rutan Kupang berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pegawai serta memastikan pelaksanaan pengelolaan kepegawaian berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Kupang, Yesi Dodo bersama staf bagian SDM/kepegawaian mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia serta peningkatan pemahaman terkait tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang diwakili oleh Penanggung Jawab Bidang Pengembangan SDM Bagian Sumber Daya Manusia, Aris Setiyawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan tata kelola SDM yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemasyarakatan.
Selanjutnya, Kepala Bagian SDM SesDitjenPas, Ardian Nova Christiawan memaparkan materi terkait posisi dan peran Bagian SDM DitjenPas yang mencakup tugas pokok dan fungsi, sekaligus menjelaskan berbagai isu strategis SDM Pemasyarakatan yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Biro SDMA dan Ortala yang membahas sejumlah hal penting terkait pengelolaan kepegawaian, di antaranya mekanisme kenaikan pangkat, wewenang dan pelimpahan kewenangan pada bidang SDM di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sosialisasi Permen Imipas Nomor 3 Tahun 2026, jabatan fungsional, mekanisme hukuman disiplin, hingga pemberhentian PNS atau pensiun.
Kepala Rutan Kelas IIB Kupang melalui Kepala Subseksi Pengelolaan, Yesi Dodo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting bagi jajaran pengelola kepegawaian, khususnya dalam menghadapi dinamika regulasi dan pengelolaan SDM yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh banyak penguatan terkait tata kelola kepegawaian, mulai dari mekanisme administrasi hingga implementasi regulasi terbaru di lingkungan Pemasyarakatan. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan administrasi kepegawaian di Rutan Kupang,” ujar Yesi.
Dengan mengikuti kegiatan sosialisasi ini, Rutan Kupang berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pegawai serta memastikan pelaksanaan pengelolaan kepegawaian berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
"Perang Melawan Narkoba, Handphone Ilegal Serta Penipuan; Rutan Kupang Gelar Apel Dan Ikrar Bersama Serta Penggeledahan dan Tes Urine Kepada Warga Binaan Dan Petugas"
Dipublikasikan:
08 May 2026
RTN_KOE – Rutan Kelas IIB Kupang melaksanakan Apel dan Ikrar Bersama “Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” yang dirangkaikan dengan razia gabungan blok hunian, penyuluhan bahaya narkoba, serta tes urine bagi warga binaan dan petugas, Jumat (08/05/2026). Kegiatan yang melibatkan Polsek Kota Lama, Koramil 1604/01 Kupang, Sat Brimobda NTT, dan BNN Kota Kupang ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bentuk komitmen Rutan Kupang dalam memberantas peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, dan praktik penipuan dari dalam Rutan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kupang, Jermias Sine, menegaskan bahwa sinergi bersama aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan bersih dari berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


