Logo Rutan

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur

Sub Pelayanan Tahanan

Pelayanan Hak, Pembinaan Kepribadian, Kemandirian, dan Administrasi Tahanan

Hak & Layanan yang Diberikan

Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Penyediaan makanan bergizi, pakaian, fasilitas tempat tidur, dan kebutuhan kebersihan.

Pelayanan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan awal, layanan rawat jalan klinik, rujukan, dan konseling.

Kunjungan & Penasihat Hukum

Fasilitasi layanan kunjungan tatap muka maupun virtual secara berkala.

Pembinaan Kepribadian

Penyelenggaraan program pembinaan karakter dan pelatihan kemandirian.

Komunikasi & Pengaduan

Layanan surat, akses telepon terkontrol, dan penyediaan kotak pengaduan.

Bantuan Hukum & Advokasi

Memberikan fasilitas pendampingan serta akses bantuan hukum.

Administrasi Tahanan

Pengelolaan data tahanan (SDP), perpanjangan, remisi, dan pembebasan.

Layanan Rohani (Spiritual)

Fasilitasi peribadatan rutin, penyediaan rumah ibadah, dan bimbingan rohani.

Formasi Unit: Jabatan Fungsional Umum & Pelaksana

Berita Sub Pelayanan Tahanan

"Tak Sekadar Berkunjung, Katekumen GMIT Zaitun Tuapukan Belajar Makna Pembinaan di Rutan Kupang"

12 July 2026
RTN_KOE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang menerima kunjungan Tim Pengajar dan peserta katekumen GMIT Zaitun Tuapukan dalam kegiatan anjangsana yang dipadukan dengan penyuluhan hukum dan pengenalan program pembinaan Warga Binaan, Sabtu (11/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan proses pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan.

Bertempat di Gereja Paulus Rutan Kelas IIB Kupang, kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Yohanes A. Radja, yang mewakili Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Tim Pengajar GMIT Zaitun Tuapukan, Pdt. Emeritus Elita F.S. Pattypelohy.

Dalam kesempatan tersebut, peserta katekumen mendapatkan penyuluhan bertajuk "Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan". Materi yang disampaikan mengangkat pentingnya kesadaran hukum sejak dini, faktor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang berhadapan dengan hukum, dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran hukum, serta pentingnya membangun karakter, mengambil keputusan yang bijaksana, dan menjauhi pengaruh negatif demi masa depan yang lebih baik.

Usai penyuluhan, peserta diajak mengunjungi Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Kupang. Di lokasi tersebut, mereka diperkenalkan dengan berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan bagi Warga Binaan, mulai dari pemanfaatan barang bekas melalui kegiatan daur ulang hingga budidaya berbagai jenis tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat secara langsung bahwa proses pembinaan di dalam Rutan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan produktivitas sebagai bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Mewakili Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Yohanes A. Radja menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk membuka ruang edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai fungsi pembinaan di dalam Rutan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi media edukasi yang efektif bagi generasi muda agar memiliki kesadaran hukum, menjauhi perilaku yang berpotensi melanggar hukum, serta memahami bahwa pemasyarakatan bukan semata-mata tempat menjalani pidana, melainkan tempat pembinaan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Sinergi dengan lembaga keagamaan seperti GMIT Zaitun Tuapukan menjadi wujud nyata kolaborasi dalam membangun karakter masyarakat dan mendukung keberhasilan pembinaan Warga Binaan," ujarnya.

Sementara itu, Tim Pengajar GMIT Zaitun Tuapukan mengapresiasi kesempatan yang diberikan Rutan Kelas IIB Kupang kepada para peserta katekumen untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai pentingnya menaati hukum dan melihat proses pembinaan yang berlangsung di lingkungan pemasyarakatan khusunya di Rutan Kupang.

Kegiatan anjangsana tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Rutan Kelas IIB Kupang dan GMIT Zaitun Tuapukan dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan Warga Binaan yang lebih humanis, produktif, dan berkelanjutan.

Cegah Penyakit Menular, Rutan Kupang Gelar Edukasi Pencegahan Hantavirus bagi Warga Binaan

15 June 2026
RTN_KOE – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang melalui Klinik Pratama Rutan Kupang bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Oesapa menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit menular Hantavirus bagi warga binaan, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Rutan Kelas IIB Kupang tersebut diikuti oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kupang, Yohanes Radja, jajaran pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan. Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Kupang dalam mewujudkan lingkungan hunian yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Oesapa, Bapak Lambert. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai pengertian Hantavirus, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, khususnya di lingkungan hunian bersama seperti rumah tahanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya yang berpotensi menjadi media penyebaran virus tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular sekaligus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kupang melalui Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Yohanes Radja, menyampaikan apresiasi kepada UPTD Puskesmas Oesapa yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada warga binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan rutan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim kesehatan UPTD Puskesmas Oesapa yang telah berkolaborasi dengan Klinik Pratama Rutan Kupang dalam memberikan edukasi kepada warga binaan. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bersama mengenai bahaya serta pencegahan Hantavirus. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap warga binaan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga tercipta lingkungan rutan yang aman, sehat, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit menular," ujarnya.

Rutan Kelas IIB Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi kesehatan guna mendukung pelaksanaan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga pada pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh layanan kesehatan yang optimal.

Pastikan Layanan Kesehatan Optimal, Rutan Kupang Intensifkan Kontrol Kesehatan Warga Binaan di Blok Hunian

06 June 2026
RTN_KOE - Rutan Kelas IIB Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah), Yohanes A. Radja bersama petugas Klinik Pratama Rutan Kupang, Dede Sose dan Nikita Radja melaksanakan kontrol kesehatan langsung ke dalam blok hunian untuk memeriksa kondisi kesehatan warga binaan, Kamis (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati seorang warga binaan yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Mengetahui hal tersebut, petugas segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi guna memastikan kondisi yang dialami serta menentukan tindakan medis yang diperlukan.
Setelah pemeriksaan awal dilakukan, warga binaan tersebut kemudian dibawa ke Klinik Pratama Rutan Kupang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

Kepala Rutan Kupang, Jumihar B. Sinurat, melalui Kasubsi Yantah, Yohanes A. Radja, menyampaikan bahwa kegiatan kontrol kesehatan yang dilakukan secara rutin ke dalam blok hunian merupakan bentuk komitmen Rutan Kupang dalam menjamin terpenuhinya hak warga binaan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.

“Kegiatan kontrol kesehatan ke blok hunian merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap warga binaan memperoleh layanan kesehatan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya. Melalui pemantauan secara langsung, petugas dapat mendeteksi lebih dini apabila terdapat warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan sehingga penanganan dapat segera diberikan,” ujar Yohanes A. Radja.

"Pemindahan ke ruangan perawatan ini dilakukan agar petugas medis dapat lebih mudah memantau perkembangan kondisi kesehatan warga binaan tersebut. Dengan pengawasan yang lebih intensif, penanganan dapat diberikan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan medis," jelas Dede Sose.

Melalui kegiatan kontrol kesehatan rutin dan respons cepat terhadap warga binaan yang mengalami sakit, Rutan Kupang berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal serta menjaga kondisi kesehatan seluruh warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Rutan Kupang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H, Pererat Kebersamaan dan Nilai Keagamaan

27 May 2026
RTN_KOE — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di lapangan dalam area Rutan Kupang, Rabu (27/05/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, serta diikuti oleh jajaran pegawai rutan, warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan keluarga warga binaan yang beragama Muslim.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut menjadi momentum memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, serta pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan di lingkungan Rutan Kupang.

Suasana haru dan hangat tampak menyelimuti kegiatan, terutama saat keluarga warga binaan diberikan kesempatan hadir dan mengikuti ibadah bersama. Momentum tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kupang, Jumihar Sinurat, mengatakan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Adha di lingkungan rutan merupakan wujud komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan kepribadian dan pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan.

“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat keimanan dan menjadi sarana pembinaan mental spiritual bagi warga binaan agar terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Jumihar Sinurat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, termasuk keluarga warga binaan yang hadir menjaga suasana tetap tertib dan kondusif.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Rutan Kupang berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan. Kegiatan diakhiri dengan salam-salaman dan bermaaf-maafan antara pegawai, warga binaan dan juga keluarga dari warga binaan.

Fokus Tingkatkan Pembinaan dan Pelayanan, Rutan Kupang Ikuti Penguatan Tugas dan Fungsi oleh Kanwil Ditjenpas NTT

25 May 2026
RTN_KOE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan penguatan tugas dan fungsi kegiatan kerja yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur secara virtual dari Ruang Zoom Rutan Kupang, Senin (25/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas NTT, Ratri Handoyo Eko Saputro dan diikuti oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kupang, Yohanes A. Radja bersama jajaran staf pelayanan tahanan Rutan Kupang.

Dalam arahannya, Ratri menekankan pentingnya pelaksanaan program asimilasi luar tembok bagi warga binaan agar dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan asimilasi harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, pengawasan yang optimal, serta akuntabilitas dalam pelaksanaannya.

Selain itu, Ratri juga membahas penerapan program One Prison One Product sebagai upaya mendorong setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah NTT untuk memiliki satu produk unggulan yang menjadi ciri khas dan program andalan masing-masing UPT. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung produktivitas di lingkungan pemasyarakatan.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut turut disampaikan pentingnya pemasangan kamera pengawas (CCTV) pada area dapur dan pintu utama di setiap UPT Pemasyarakatan. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan proses pengawasan bahan makanan serta aktivitas pengeluaran warga binaan untuk pelaksanaan asimilasi maupun persidangan dapat terpantau secara akurat dan terintegrasi oleh Kantor Wilayah.

Sementara itu, Kepala Rutan Kupang melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yohanes A. Radja menyampaikan bahwa kegiatan penguatan tersebut menjadi pedoman penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan pemasyarakatan di Rutan Kupang.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman dan penguatan bagi kami dalam pelaksanaan tugas, khususnya terkait program asimilasi, pembinaan kemandirian melalui program unggulan, serta peningkatan sistem pengawasan di lingkungan rutan. Kami berkomitmen untuk melaksanakan seluruh arahan dengan optimal guna mendukung pelayanan pemasyarakatan yang lebih baik,” ujar Yohanes.

Dengan mengikuti kegiatan penguatan ini, Rutan Kupang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Melalui sinergi dan penguatan koordinasi bersama Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, diharapkan seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Rutan Kupang dapat berjalan semakin optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wujud Nyata Pembinaan Yang Berdampak, Kepala Rutan Ikuti Panen Raya Jagung di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Kupang

22 May 2026
RTN_KOE — Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan panen raya jagung yang digelar di Kebun SAE Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan pada sektor pertanian sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, Direktur PT SJM, Silvester Sudin, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Kota Kupang.

Kegiatan panen raya ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Kupang melalui pengelolaan Kebun SAE.

“Kegiatan panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi merupakan simbol keberhasilan pembinaan warga binaan yang diarahkan menjadi pribadi mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Program seperti ini harus terus diperkuat sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan serta implementasi Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Perwakilan NTT, Abraham Liyanto, memberikan apresiasi atas langkah progresif jajaran pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pembinaan warga binaan.

“Saya melihat program ini sangat positif karena mampu menghadirkan keterampilan nyata bagi warga binaan. Pertanian merupakan sektor strategis di NTT dan melalui pembinaan seperti ini, warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat nanti. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkap Abraham Liyanto.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang, Jumihar Sinurat turut menyampaikan dukungannya terhadap penguatan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi warga binaan.

“Panen raya ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Kami di Rutan Kupang mendukung penuh program pembinaan kemandirian seperti ini karena tidak hanya membentuk keterampilan kerja, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan rasa tanggung jawab warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kupang.

Suasana panen raya berlangsung penuh keakraban. Para tamu undangan bersama jajaran pemasyarakatan turut memanen jagung secara langsung di area kebun SAE yang selama ini dikelola warga binaan di bawah pengawasan petugas. Hasil panen tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian warga binaan.