Berita Terkini

Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Dipublikasikan: 21 June 2026
Cilacap, INFO_PAS – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja Konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah‑mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat‑tempat lain,” harapnya.

Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pemasyarakatan berisiko tinggi telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat.

“Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

Sementara itu, Menimipas menyampaikan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Ia menjelaskan jajaran Pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya‑upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh Lapas dan Rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat. Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan Warga Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Ciptakan Rutan yang Aman dan Kondusif, KA. KPR dan Jajaran Gelar Penggeledahan Blok Hunian

Dipublikasikan: 16 June 2026
RTN_KOE – Dalam rangka mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk memberantas peredaran narkoba serta barang-barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang kembali menggelar penggeledahan blok hunian warga binaan pada Senin malam (16/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Kupang, Jermias Sine serta melibatkan jajaran staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) dan anggota regu pengamanan.

kegiatan ini merupakan langkah preventif sekaligus bentuk komitmen nyata Rutan Kupang dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba maupun barang-barang terlarang.

Penggeledahan dilaksanakan pada malam hari dengan menyisir blok hunian warga binaan secara menyeluruh. Dalam pelaksanaannya, petugas tetap mengedepankan standar operasional prosedur yang berlaku serta menjunjung tinggi pendekatan humanis guna menjaga keamanan dan ketertiban tanpa mengabaikan hak-hak warga binaan.


Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian. Seluruh barang hasil temuan kemudian didata, didokumentasikan, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dilakukan pemusnahan.

Kepala Rutan Kupang melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan menegaskan bahwa kegiatan penggeledahan akan terus dilaksanakan secara rutin dan insidental sebagai bagian dari strategi deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

“Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan untuk memastikan kondisi Rutan tetap aman dan kondusif. Seluruh proses dilaksanakan sesuai prosedur dengan pendekatan yang humanis, sehingga tujuan keamanan dapat tercapai tanpa menimbulkan gangguan terhadap warga binaan,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Rutan Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Cegah Penyakit Menular, Rutan Kupang Gelar Edukasi Pencegahan Hantavirus bagi Warga Binaan

Dipublikasikan: 15 June 2026
RTN_KOE – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang melalui Klinik Pratama Rutan Kupang bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Oesapa menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit menular Hantavirus bagi warga binaan, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Rutan Kelas IIB Kupang tersebut diikuti oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kupang, Yohanes Radja, jajaran pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan. Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Kupang dalam mewujudkan lingkungan hunian yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Oesapa, Bapak Lambert. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai pengertian Hantavirus, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, khususnya di lingkungan hunian bersama seperti rumah tahanan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya yang berpotensi menjadi media penyebaran virus tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular sekaligus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kupang melalui Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Yohanes Radja, menyampaikan apresiasi kepada UPTD Puskesmas Oesapa yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada warga binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan rutan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim kesehatan UPTD Puskesmas Oesapa yang telah berkolaborasi dengan Klinik Pratama Rutan Kupang dalam memberikan edukasi kepada warga binaan. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bersama mengenai bahaya serta pencegahan Hantavirus. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap warga binaan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga tercipta lingkungan rutan yang aman, sehat, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit menular," ujarnya.

Rutan Kelas IIB Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi kesehatan guna mendukung pelaksanaan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga pada pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Dukung Pengembangan SDM Unggul, Rutan Kupang Ikuti Rapar Koordinasi Pelaksanaan PKL dan KKN Taruna Poltekimipas

Dipublikasikan: 15 June 2026
RTN_KOE – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengambilan Data Penelitian, dan Magang bagi Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Tingkat II, III, dan IV secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (15/06/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan praktik lapangan para taruna.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Muhammad Tito Ardianto, yang sekaligus secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan praktik lapangan bagi para taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa praktik lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas di lapangan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai aspek teknis pelaksanaan praktik lapangan yang akan dilaksanakan di satuan kerja Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan mekanisme pelaksanaan PKL, KKN, penelitian, dan magang, termasuk peran strategis para mentor yang akan mendampingi, membina, serta mengarahkan para taruna selama menjalankan tugas dan pembelajaran di lapangan.

Kepala Rutan Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para taruna di lingkungan UPT Pemasyarakatan tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter calon aparatur, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan kedinasan dengan implementasi tugas dan fungsi pemasyarakatan di lapangan.

“Kegiatan praktik lapangan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk membentuk taruna dan taruni yang memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan dalam menghadapi dinamika pelaksanaan tugas di lingkungan Pemasyarakatan. Rutan Kupang siap mendukung dan memberikan pendampingan terbaik melalui mentor yang berpengalaman, sehingga para taruna dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman nyata yang akan menjadi bekal dalam pengabdian mereka di masa mendatang,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi ini, Rutan Kelas IIB Kupang menegaskan komitmennya untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan program praktik lapangan, sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas.
Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Komitmen Moral dan Profesional Jadi Landasan, Rutan Kupang Ikuti Konsolidasi Pelayanan Publik

Dipublikasikan: 09 June 2026
RTN_KOE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang mengikuti kegiatan Konsolidasi Pelayanan Publik secara virtual dengan tema "Komitmen Moral dan Profesional dalam Memberikan Layanan Secara Adil, Transparan, dan Akuntabel" pada Senin (08/06/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Graha Pengayoman tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM dan Kemenimipas, serta Wakil Menteri HAM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat, Kepala Subseksi Pengelolaan, Yesi Dodo, serta seluruh jajaran staf Rutan Kupang.

Menko Bidang Hukum, HAM, dan Imipas, Yusril Ihza Mahendra dalam amanatnya, menegaskan bahwa setiap sektor dan unit kerja memiliki tugas serta tanggung jawab yang berbeda, namun tetap mengarah pada tujuan yang sama, yakni memberikan kepastian hukum, keadilan, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Yusril juga menekankan pentingnya penerapan tiga pilar tata kelola pemerintahan yang baik, yaitu keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Menurutnya, ketiga prinsip tersebut harus menjadi landasan utama dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik agar mampu menghadirkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Kegiatan konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat sinergi serta menyamakan persepsi dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat, menyampaikan bahwa konsolidasi pelayanan publik ini menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen seluruh jajaran Rutan Kupang dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
"Arahan yang disampaikan oleh Bapak Menko menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Rutan Kupang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, berintegritas, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kami percaya bahwa pelayanan yang baik merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dan negara," ujar Jumihar.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Kupang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan pelayanan publik yang semakin responsif, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Foto Berita
Foto Berita
Foto Berita

Pastikan Layanan Kesehatan Optimal, Rutan Kupang Intensifkan Kontrol Kesehatan Warga Binaan di Blok Hunian

Dipublikasikan: 06 June 2026
RTN_KOE - Rutan Kelas IIB Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah), Yohanes A. Radja bersama petugas Klinik Pratama Rutan Kupang, Dede Sose dan Nikita Radja melaksanakan kontrol kesehatan langsung ke dalam blok hunian untuk memeriksa kondisi kesehatan warga binaan, Kamis (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati seorang warga binaan yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Mengetahui hal tersebut, petugas segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi guna memastikan kondisi yang dialami serta menentukan tindakan medis yang diperlukan.
Setelah pemeriksaan awal dilakukan, warga binaan tersebut kemudian dibawa ke Klinik Pratama Rutan Kupang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

Kepala Rutan Kupang, Jumihar B. Sinurat, melalui Kasubsi Yantah, Yohanes A. Radja, menyampaikan bahwa kegiatan kontrol kesehatan yang dilakukan secara rutin ke dalam blok hunian merupakan bentuk komitmen Rutan Kupang dalam menjamin terpenuhinya hak warga binaan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.

“Kegiatan kontrol kesehatan ke blok hunian merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap warga binaan memperoleh layanan kesehatan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya. Melalui pemantauan secara langsung, petugas dapat mendeteksi lebih dini apabila terdapat warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan sehingga penanganan dapat segera diberikan,” ujar Yohanes A. Radja.

"Pemindahan ke ruangan perawatan ini dilakukan agar petugas medis dapat lebih mudah memantau perkembangan kondisi kesehatan warga binaan tersebut. Dengan pengawasan yang lebih intensif, penanganan dapat diberikan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan medis," jelas Dede Sose.

Melalui kegiatan kontrol kesehatan rutin dan respons cepat terhadap warga binaan yang mengalami sakit, Rutan Kupang berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal serta menjaga kondisi kesehatan seluruh warga binaan selama menjalani masa pembinaan.